Menghadirkan Interior Kantor Vintage

Menghadirkan interior kantor vintage untuk mencairkan suasana yang cenderung monoton dan sempit sekaligus menyuguhkan paradigma sustainable melalui efisiensi penggunaan ruang.

menghadirkan-interior-kantor-vintage-08

Tuntutan kerja serba cepat dengan memaksimalkan sumber daya secara efektif dan efisien mengharuskan cara kerja dilakukan secara mekanis dan berulang. Sudah barang tentu suasana ruang kerja akan terasa sangat monoton. Pada sisi yang lain, efisiensi dan efektifitas penggunaan ruang tanpa perhitungan membuat kondisi kantor menjadi sempit.

Bayangkan dalam jangka waktu 8 jam seorang karyawan melakukan hal yang sama secara berulang bahkan tidak secara signifikan menguras kerja otak pada satu sisi dan kesan sempit pada sisi yang lain. Rasa bosan, kantuk dan cepat lelah akan sangat terasa. Lingkungan kantor yang demikian tentu akan sangat berpengaruh pada produktivitas kerja para staf.

Efisiensi Ruang dengan Pendekatan Sustainable

Era globalisasi mengharuskan efisiensi dan efektifitas penggunaan sumber daya yang kian terbatas dilakukan secara cerdas agar tetap survive. Hal demikian berlaku juga dalam konteks pemanfaatan ruang seperti kantor. Tata ruang mesti harus didesain dengan pendekatan efisiensi penggunaan ruang yang memungkinkan semua aktivitas terwadahi. Tanpa kehati-hatian, tata ruang kantor cendrung terasa sempit.

Desain interior vintage secara sederhana diartikan sebagai kecendrungan menampilkan corak, pola maupun model lampau pada elemen ruang kekinian. Seorang karyawan mendapati bentuk furnitur model klasik tentu seketika akan mempengaruhi dirinya mengenang masa lalu walaupun hanya sebentar. Dengan seketika ia menghadirkan dua nuansa dalam waktu bersamaan.

Menghadirkan nuansa kontras secara sengaja seperti ini dapat menimbulkan efek kejutan. Efek kejutan seperti ini perlu dihadirkan untuk mencairkan suasana monoton pada interior kantor. Para staf tentu akan lebih bergairah dan bersemangat dalam bekerja.

menghadirkan-interior-kantor-vintage-09

Selain kesan monoton dari aktivitas yang cendrung mekanis dan berulang, interior kantor cendrung terasa sempit dari padatnya aktivitas. Kondisi ini dimungkinkan karena ruang yang difungsikan untuk kantor sedapat mungkin dimanfaatkan secara maksimal untuk mewadahi semua aktivitas.

Interior kantor yang padat aktivitas cendrung memberi kesan ruang semakin sempit. Konsentrasi kerja para staf menjadi terganggu dan akan menimbulkan image negative terhadap citra perusahaan. Profesionalisme perusahaan menjadi taruhan.

Melalui idealisme yang ingin menciptakan keinginan melampaui harapan, desainer interior Elliot James yang dipercaya mendesain interior kantor Epsilon Singapora dengan sengaja memasukan efek kejutan dengan menghadirkan interior kantor vintage. Interior kantor dipenuhi efek kejutan dari cara Elliot James memadukan nuansa modern dan klasik. Ia ingin membawa gaya modern dan klasik ke abad 21.

menghadirkan-interior-kantor-vintage-10

Cara ini menggambarkan kreativitas desainer Elliot James mempersonifikasi sustainable dalam menghadirkan interior kantor vintage.

Desain interior kantor vintage menyuguhkan kesan tidak hanya ada keterhubungan dengan masa lalu tetapi juga bagaimana merubah suasana sempit menjadi luas melalui efek pembayangan pada cermin. Kondisi ruang sempit justru terkesan luas.

Menghadirkan Interior Kantor Vintage di Epsilon

Kecendrungan suasana monoton, ketidak jelasan zoning dan kesan ruang yang terasa sempit menjadi alasan mendasar Elliot James mendesain sebuah interior kantor yang mampu menghadirkan suasana cerah, luas dan mewah dengan sentuhan vintage.

Mewujudkan idealismenya ini, suasana penuh kejutan sengaja dihadirkan dengan memasukan elemen-elemen gaya ultra modern dan klasik ke dalam ruang. Cara ini berhasil menciptakan suasana yang kontras di dalam ruang. Pada sisi yang lain, pemanfaatan efek pembayangan cermin yang tidak hanya memberi kejutan tetapi juga memberi efek ruang yang cendrung sempit terkesan luas.

Suasana ruang terasa lebih bergairah sekalipun dengan dimensi ruang yang sempit. Sementara pola penataan ruang yang cenderung tidak mempertimbangkan tuntutan fungsi ruang diselesaikan dengan membagi batas yang jelas antara area pelayanan dan area kerja para staf.

Seolah ingin menghidupkan romantisme masa lalu, Elliot James sengaja memilih perpaduan modern dan klasif sebagai tema pendekatan. Pilihan tema ini tentu beralasan. Ia ingin menciptakan harapan yang melampaui batas sesuai karakteristik para entrepreneur yang selalu berhubungan dengan tuntutan mengambil peluang dari sumber daya yang kian terbatas dari waktu ke waktu. Ia ingin menciptakan sebuah optimisme yang ditampilkan dalam wujud desain.

Menghadirkan Interior Kantor Vintage – Kreativitas Desainer

Menghadirkan interior kantor vintage ke dalam ruang tidaklah mudah. Tata ruang yang mempertimbangkan hubungan kerja, pemilihan warna yang menampilkan citra perusahaan dan nuansa ruang kantor yang bersih merupakan  kreativitas seorang desainer interior kantor.

Tata ruang yang mempertimbangkan hubungan kerja diselesaikan dengan cara menempatkan ruang kerja staf sebagai pusat sirkulasi dan membagi batasan yang jelas antara area publik dan area privat.

Nuansa ruang yang leluasa dan bersih dicapai dengan sengaja memasukan elemen cermin ke dalam ruang didukung dengan sentuhan-sentuhan perpaduan bentuk ultra modern dan klas untuk menciptakan efek vintage.

menghadirkan-interior-kantor-vintage-02

Efisiensi penggunaan ruang dengan pendekatan sustainable melalui vintage menggambarkan kesan ruang secara keseluruhan yaitu kesan penuh kemewahan yang dengan sengaja dikontraskan dengan citra simpel.

Hal demikian dapat dilihat dari pilihan bentuk dan pola penempatan tata lampu, dominasi material kayu pada lantai dan sebagian dinding maupun pilihan material kaca.

Tata lampu sangat berperan tidak hanya sebagai penerangan tetapi juga memaksimalkan estetika ruang. Penerangan yang menyebar tentu memberi kesan berbeda dengan pilihan penerangan fokus. Tidak hanya itu, bentuk dan warna kap lampu juga memberi efek estetika tersendiri dari gaya modern hingga klasik.

Lantai merupakan salah elemen penting pada interior ruang karena 20% luas lantai disediakan untuk ruang sirklukasi. Mengabaikan bidang lantai dalam menata interior kantor akan sangat signifikan mempengaruhi suasana ruang secara keseluruhan.

Tekstur lantai yang statis dengan warna atau motif tunggal dan berulang akan memberi kesan monoton. Oleh karena itu, pilihan material lantai tidak bisa diabaikan begitu saja. Lantai sedapat mungkin memberi efek dinamis sekalipun memanfaatkan efek pantulan prabot atau bidang lain di sekitar.

Permukaan lantai yang menampilkan tekstur kayu menambah kesan ruang menjadi lebih dinamis apalagi secara sengaja memberi efek kejutan berupa vintage. Vintage pada lantai nampak dari tekstur kayu yang terkesan klasik dipadukan dengan permukaan finishing mengkilap yang akan menambah suasana menjadi lebih elegan.

Desainer interior Elliot james tidak hanya memberi efek vintage pada bidang lantai dengan menampilkan tekstur kayu yang senada dengan bidang dinding tetapi juga menggunakan karpet sebagai alas meja kantor pada ruang tertentu sebagaimana ditemui pada ruang yang didisain dengan tema vintage.

menghadirkan-interior-kantor-vintage-04

Selain tata lampu dan pola lantai, bidang dinding pun berperan penting. Dinding tidak hanya pembatas tetapi juga menyuguhkan pola tersendiri dari bentuk, warna dan tekstur. Bidang dinding bertekstur memberi kesan dinamis juga pemilihan warna yang mampu memberi kesan leluasa atau sempitnya sebuah ruang. Hal demikian pun berlaku pada tata plafon.

Desainer interior James Elliot dengan sangat kreativ memperlakukan elemen-elemen ruang untuk bisa mencapai idealismenya yaitu menyuguhkan efek kejutan yang mampu membangkitkan gairah melalui efisiensi pemanfaatan ruang secara sustainable dalam bentuk vintage.

Menghadirkan interior Kantor Vintage di Setiap Ruang

Foyer

Foyer didesain dengan suguhan kemewahan dari dua buah kursi berlatar pigura dilengkapi dengan sebuah lampu berdiri bergaya klasik.

Furnitur ditata mengundang orang untuk duduk dilihat dari pola perletakan dua buah kursi yang setengah berhadapan. Bentuk prabot menamilkan gaya klasik memberi kesan mewah.

Tata dinding dibiarkan polos berwarna putih dengan hanya menempatkan dua pigura bergambarlukisan klasik. Pada salah satu dinding sengaja memanfaatkan pencahayaan alami dengan bukaan yang memungkinkan cahaya alami masuk ke dalam ruang secara alami untuk menambah kesan luas dan bersih.

Kesan luas dan bersih juga tampak pada tata plafon yang cendrung polos dengan hanya menempatkan komponen utilitas bangunan.

Pencahayaan buatan pada ruang ini sangat fungsioal yaitu pilihan lampu spotlight untuk memperjelas lukisan pada pigura.

menghadirkan-interior-kantor-vintage-03

Ruang Karyawan

Ruang ini sebagai pusat sirkulasi dengan bidang pembatas dinding transparan pada ruang-ruang disekitarnya. Pada bidang dinding yang lain ditempatkan kaca cermin dengan maksud ingin memaksimlkan kesan ruang terasa luas dan bersih.

Model furnitur minimalis yang fungsional dengan tampilan warna gelap. Tata plafon dibiarkan polos dengan hanya menempatkan sebuah lampu gantung bergaya klasik.

Bidang lantai menampilkan tektur kayu yang tidak hanya memberi kesan alami tetapi juga sentuhan kemewahan. Tektur kayu pada lantai selaras dengan tampilan warna salah satu bidang dinding yang juga bertektur kayu dengan warna yang lebih gelap. Bidang dinding ini sekaligus difungsikan untuk penyimpanan.

menghadirkan-interior-kantor-vintage-07

Ruang Direktur

Vintage pada ruang ini disuguhkan melalui tampilan furnitur bergaya klasik dengan warna cokelat abu-abu pada kursi dan warna alami kayu pada meja kerja. Ruang yang didesain dengan gaya klasik ini seolah dikontraskan dengan aksesoris pigura berkarakter abstrak modern.

Bidang lantai menampilkan material karpet dengan pemisahan area sirkulasi yang menampilkan tekstur kayu. Perpaduan ini membuat nuansa klasik semakin kuat. Kesan demikian semakin kuat dengan pilihan pencahayaan yang hanya memanfaatkan sebuah lampu meja kerja. Bias pantulan lampu ini sengaja diarahkan ke pigura yang menampilkan karakter abstrak.

Pada bidang dinding, sengaja memadukan tiga material yaitu kaca, kayu dan dinding beton berwarna putih. PIlihan material ini pun menyuguhkan kesan kontras. Material kaca yang identik dengan gaya modern dipadukan dengan material dari kayu.

menghadirkan-interior-kantor-vintage-06

Ruang Rapat

Ruang ini benar-benar menyuguhkan gaya klasik terlihat dari pilihan warna dan bentuk prabot, material dinding dari kayu yang dibentuk berkotak-kotak dengan tekstur kayu dengan warna lebih gelap dari material kayu pada lantai.

Tata lantai hanya menampilkan tektur kayu yang ditata secara diagonal namun kemudian efek pantulan prabot dari dua lampu yang di gantung di atas meja memberi kesan dinamis.

Tata plafon dibiarkan polos berwarna putih seolah memecah warna gelap pada dinding yang memberi efek ruang ini terasa lebih luas.

menghadirkan-interior-kantor-vintage-05

Gaya klasik ruang ini kemudian dikontraskan dengan bentuk bulat kap lampu dan monitor yang ditempatkan pada dinding. Kedua elemen ini sengaja dihadirkan untuk memperkuat efek kejutan.

Ruang ini mampu memberi kesan mewah tetapi juga sederhana. Tapilan sederhana dipekuat dengan bentuk prabot juga kerangka dari prabot itu sendiri.

Menghadirkan interior kantor vintage boleh jadi sebagai salah satu solusi renovasi interior kantor dengan ruang-ruang yang cenderung sempit sehingga para staf dapat bekerja semakin bergairah dengan menghadirkan interior kantor vintage .

Hubungi telepon 085888690006 untuk desain & bangun interior kantor Anda. Gratis konsultasi & estimasi biaya.