Desain Biophilic Untuk Kantor

Desain Biophilic Untuk Kantor

Desain biophilic – Menghidupkan interior kantor dengan sentuhan desain biophilic dimaksudkan untuk menciptakan nuansa ruang lebih santai dan hidup.

Sentuhan desain biophilic dapat dikreasi dengan memasukkan unsur alami bentang alam hutan hujan tropis dan karakteristik arsitektur vernakular ke dalam ruang. Pendekatan ini dapat ditemui pada interior ruang Cairnhill Law-Philipina yang didesain oleh tim arsitek SCA Design.

Faktor Pengaruh Tingkat Kejenuhan Kerja

Tuntutan struktur organisasi dan hirarki kerja yang lebih fleksibel sesuai tantangan kekinian perlu diikuti dengan bagaimana menciptakan hubungan yang lebih fleksibel baik antar staf maupun antara staf dengan atas atau klien.

Para staf kerap kali mengeluh tidak betah di kantor memberi gambaran bahwa lingkungan kantor perlu ditata sesuai dengan tuntutan perubahan organisasi dari kesan kaku dan hirarkis ke hubungan yang lebih luwes.

Aspirasi yang demikian sejalan dengan tuntutan perubahan dalam memandang posisi staf. Para staf tidak lagi semata dipandang sebagai bawahan tetapi diberi kewenangan yang lebih luas untuk melakukan improvisasi sendiri sesuai dengan beban tugas yang diberikan.

Para staf diberi tanggungjawab yang lebih leluasa untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan dirinya mampu bekerja dengan tingkat produktivitas yang lebih tinggi.

Boleh jadi, seorang staf menginginkan ruangan di desain selayaknya sebuah taman. Ia menginginkan dirinya seolah-olah sedang duduk sambil bekerja di sebuah taman yang memungkinkan dirinya dapat menikmati udara segar, bentang alami alam yang memanjakan mata maupun bebunyian yang memberi dirinya rasa nyaman.

Munculnya aspirasi seperti ini bukan sesuatu yang janggal tetapi harus direspon secara arsitektural dengan tetap mempertimbangkan kultur kerja di lingkungan kantor.

Desain Biophilic Menciptakan Lingkungan Kantor yang Lebih Ramah

Merespon aspirasi seperti ini, lingkungan kantor akan lebih ramah dengan aspirasi para staf maupun akan memberi pengalaman ruang yang unik bagi klien. Lingkungan kantor tidak lagi terkesan formal tetapi lebih hidup dan santai dengan tingkat privasi yang masih tetap terjaga.

Desain biophilic boleh jadi merupakan aspirasi baru dalam dunia arsitektur. Sebagai sebuah paradigma, desain biophilic memandang semua hal memiliki citra dan pantas diadopsi ke dalam ruang untuk menciptakan pengalaman ruang yang unik dan hidup.

desain biophilic 01

Menciptakan nuansa ruang yang lebih santai merupakan upaya untuk menghadirkan kesan yang berbeda pada lingkungan kantor. Lingkungan kantor yang cenderung formal dapat dicairkan dengan sentuhan alami maupun bentuk-bentuk yang mampu memanjakan mata.

Kesan ruang akan terasa lebih santai yang tidak hanya dinikmati oleh para staf tetapi juga klien. Ruang-ruang yang berhubungan dengan pelayanan klien didesain dengan cara yang berbeda. Kesan formal dapat diminimalisir dengan permainan bentuk lengkung yang mampu memanjakan mata.

Pola hubungan antara staf dan klien yang lebih akrab dapat dikreasi dengan meletakan ruang pelayanan yang memungkinkan tercipta suasana informal. Ruang pelayanan ditata berjejer dengan pola sirkulasi linear yang memberi kesan ada keterhubungan dengan ruang-ruang yang lain.

Posisi dan perletakan ruang pelayanan yang berjejer tidak hanya memberi nuansa yang berbeda kepada klien tetapi menciptakan hubungan kerja antar staf menjadi lebih komunikatif dengan tetap mempertimbangkan tingkat privasi.

Desain Biophilic Meminimalisir Interior Kantor yang Cendrung Kaku dan Formal

SCA Design berhasil mendesain interior kantor Cairnhill Law-Philipina dengan pendekatan biophilic. Lingkungan kantor yang terkesan kaku dan formal dikreasi menjadi lebih hidup dan alami.

Untuk  meminimalisir kesan interior kantor yang cenderung kaku dan formal, tata ruang kantor Cairnhill Law didesain dengan maksud memungkinkan pergerakan  di dalam ruang terjadi secara luwes.

Pilihan jatuh pada pola sirkulasi linear. Model sirkulasi linear mensyaratkan ruang ditata berjejer sehingga terbentuk pola hubungan linear antar ruang. Tata ruang tidak hanya terkesan terus bergerak tetapi menciptakan pengalaman ruang yang berbeda.

desain biophilic 02

Menciptakan pengalaman ruang yang berbeda diperkuat dengan menghadirkan karakteristik bentuk yang mampu menciptakan suasana ruang lebih santai.  Bentuk-bentuk geometri yang cedrung statis dan pasif dikreasi dengan pendekatan analogi agar terasa lebih hidup dengan tetap menjaga tingkat privasi sesuai dengan tuntutan fungsi dan sifat ruang.

Idealisme Tim SCA Design

Tim SCA Design ingin menciptakan image Cairnhill Law sebagai sebuah lembaga hukum profesional di Asia.

Prasyarat yang harus dipenuhi antara lain, tata ruang harus mempertimbangkan hubungan kerja dan kenyamanan ruang, menampilkan karakteritik dinamis pada bentuk dan menawarkan suasana santai dengan tetap mempertimbangkan tuntutan profesionalisme.

Syarat tersebut oleh tima SCA Design dipenuhi dengan mendesain tata ruang dan prabot dengan mengadopsi bentuk rumah panjang arsitektur vernakular yang ditata memanjang membentuk pola sirkulasi linear.

Pada elemen pembentuk ruang, sengaja dihadirkan unsur tanaman sebagai agar ruang terasa lebih hidup. Bentuk dikreasi dengan memadukan geometri lengkung dan persegi pada bidang pembentuk ruang dan prabot

Menghidupkan Interior Kantor Dengan Sentuhan Desain Biophilic

Dengan mengusung tema desain biophilic, tim SCA Design mengadopsi konsep verdant spineVerdant spine dimaksud untuk menjembatani bagaimana tema desain biophilic dapat diaplikasikan baik pada konsep desain tatanan, bentuk, maupun ruang.

Aplikasi konsep verdant spine pada bentuk dilakukan dengan cara mengadopsi bentuk lengkung bentang alam dan geometri arsitektur vernakular baik pada tata prabot maupun aksesoris.

Pada pola penataan dipilih pola linear yang memungkinkan sirkulasi bergerak mengalir mengadopsi bentuk panjang rumah arsitektur vernakular. Sementara pada tingkatan ruang, ruang dikonsep seolah sebagai hutan hujan tropis yang berfungsi sebagai kantor fauna.

Tim SCA Design secara kreatif memberi suguhan bagaimana menghidupkan interior kantor dengan sentuhan desain biophilic.

Aplikasi Sentuhan Desain Biophilic Pada Tiap Ruang

Foyer

Foyer didesain dengan sentuhan kesan mengundang dengan pola sirkulasi linear melewati ruang menggambarkan ada keterkaitan hubungan dengan ruang yang lain. Image perusahaan di tampilan pada bagian ini sebagai penanda sekaligus menyuguhkan kesan menggundang.

Kesan mengundang juga ditampilkan pada tata prabot. Foyer hanya menyuguhkan satu buah sofa panjang dari rotan dengan sentuhan geometri lengkung yang diletakan memanjang pada salah satu dinding.

Tata dinding polos bertektur halus dengan menampilkan motif kayu memberi kesan kesederhanaan dan luas didukung dengan pilihan pencahayaan menyebar dari atas plafon.

Pilihan pencahayaan dengan menempatkan dua buah dowlight dengan sorotan maksimal ke arah papan nama perusahaan dan sofa rotan. Cahaya dua lampu ini kemudian memantul ke warna tekstur kayu pada dinding lalu membias ke segala arah menjadikan ruang ini tidak hanya terkesan mengundang, sederhana dan luas tetapi ada harmoni.

Plafon didesain polos dan hanya menampilkan lis hitam linear membentuk garis lurus seolah memberi batas sisi kiri dan kanan area sirkulasi masuk ke dalam ruang.

Selain memberi kesan mengundang dan menggambarkan ada keterhubungan dengan ruang lain, bagian ini menampilkan kesan alami dari verdant spine yang melatari ruangan ini.

Ruang Pertemuan Singkat

Ruang ini didesain menyatu dengan focal pointt konsep Verdant spine dengan tawaran suasana informal.

Ruang yang dihasilkan dengan cara mengurangi dimensi bentuk pejal kubus dimana dimensi salah satu sudut dikurangi membentuk sudut lengkung menambah kesan luwes pada arah sirkulasi masuk.

Pilihan material pada dinding dan plafon dari bahan karpet yang ditata seperti sirip burung memberikan ruangan menjadi kedap suara.

Tata letak furnitur terdiri dari dua sofa dengan finishing warna sesuai warna dinding mengapiti sebuah meja yang mempertegas ruang semi formal didukung dengan tata pencahayaan memusat. Ruang ini menawarkan keintiman namun masih dirasakan nuansa santai dan alami.

desain biophilic 08

Ruang Administrasi

Ruang ini menajdi pusat aktivitas dan dikonsep terbuka mengakomodir ruang kerja tujuh orang staf administrasi. Pola perletakan linear tujuh buah meja kerja yang berjejer memanjang membentuk sirkulasi linear dari hubungannya dengan ruang-ruang yang berdekatan.

Ruang ini menjadi focal point bagaimana mendesain ruang yang mampu memanjakan para staf. Kesan formal namun masih terasa nuansa santai dari pilihan bentuk dan warna furnitur.

Untuk menambah kesan santai, ruang ini memanfaatkan pencahayaan menyebar dari atas plafon. Pada bidang plafon, berjejer bidang persegi yang difungsikan sebagai perletakan titik lampu menambah kesan ruang ini memiliki muatan ada kegairahan yang memungkinkan kesuntukan dan kebosanan staf dapat diminimalisir.

desain biophilic 05

Ruang Verdant Spine

Ruang ini menjadi suguhan konsep ruang secara keseluruhan dan mengakomodir aktivitas penyimpanan, printer dan ruang pertemuan singkat.

Dikreasi dari bentuk pejal empat persegi panjang yang yang diadopsi dari bentuk rumah panjang arsitektur vernakuler. Empat sudut bentuk ini sengaja dikurangi membentuk sudut lancip pada arah yang berhubungan dengan sirkulasi ruang. Kreasi bentuk seperti ini mengadopsi bentang alami alam hutan hujan tropis.

Sisi kiri kanan bentuk ini dikurangi membentuk ruang untuk fungsi pelayanan singkat klien dan rak untuk penyimpanan. Pada salah satu sisi sengaja ditempatkan rangkaian tanaman yang mengulur dari sisi kiri ke kanan.

Sebagai fokal point dari ruang secara keseluruhan, konsep ruang ini secara sengaja diadopsi dari eksitensi hutan hujan tropis yang menopang kehidupan fauna.

desain biophilic 03

Ruang Direktur

Ruang direkstur didisain formal namun suasaan santai masih terasa dengan bukaan pada dinding dan unsur alami tanaman yang sengaja dihadirkan ke dalam ruang yang memungkinkan ada hubungan yang intim dengan lingkungan luar.

Bentuk lengkung geometri yang diaplikasikan pada perabot dengan sentuhan warna lembut menambah suasana lebih santai. Kesan yang sama juga pada tata dinding. Lemari kerja diletakan berdembet ke dinding membentuk tampilan pola dinding dengan tektur kayu pada sebagian permukaan.

Selain menawarkan suasana santai, ruang ini pun menawarkan karakter elegan sebagaimana karakteristik arsitektur modern dari pemilihan warna dengan gradasi halus.

Penempatan pencahanaan yang sekaligus sebagai aksesoris dengan penjahayaan fokus menambah nuansa ruang ini mejadi formal namun santai.

desain biophilic 07

Ruang Rapat

Ruang ini menawarkan suasana seolah sedang berada di ruang makan. Nuansa ini dicapai dengan desain tata lampu gantung yang dibungkus bentuk sangkar elips berbahan rotan.

Tata plafon dilengkapi dengan pilihan jenis lampu menyebar dengan ukuran lebih kecil berjejer seolah memberi batas antara area untuk aktivitas rapat dan sirkulasi dalam ruang. Cara ini memberi efek pada dimensi ruang yang terlihat kecil tetapi terkesan luas.

Untuk menambah kesan intim-fokus namun santai, warna plafon dipilih lebih gelap dari dinding dan lantai. Cahaya lampu dari plafon yang hanya mengenai sebagian bidang dinding menabah nuansa ruang yang ingin ditawarkan.

desain biophilic 04

Menghidupkan interior kantor dengan sentuhan desain biophilic menjadi salah satu pilihan bagaimana membuat lingkungan kantor terasa lebih santai dan alami.