Serpong Diproyeksi Jadi Pemasok Utama Gedung Perkantoran di Tangerang

Serpong – Berkembangnya pasar residensial dan komersial mendorong pengembang mulai membangun proyek gedung perkantoran milik (strata title) di Serpong, Tangerang. Didukung akses tol yang bagus, pengamat properti menilai kawasan itu ke depan memiliki prospek cerah sebagai pemasok utama ruang kantor di Tangerang.

gedung perkantoran

Kawasan Serpong menjadi salah satu daerah yang pasar komersialnya cukup agresif. Saat ini pun kawasan tersebut sudah menjadi pusat bisnis utama di Tangerang, Banten. Keunggulan Serpong karena memiliki akses jalan yang baik, termasuk jalan tol dalam kota dan pasar residensialnya sudah terbentuk dengan baik.

“Serpong punya basis konsumen sendiri di segmen gedung perkantoran, terutama perusahaan yang merasa tidak perlu harus berkantor di Jakarta. Banyak perusahaan di kawasan industri di Serpong membutuhkan ruang kantor representatif, seperti perbankan yang mau membuka kantor cabang,” ujarnya pengamat properti di Jakarta, Rabu.

Dia menilai langkah beberapa developer yang membangun pusat gedung perkantoran strata title cukup tepat karena mengantisipasi perkembangan pesat pasar residensial dan komersial di Serpong.

Coldwell Banker Commercial Indonesia, mengungkapkan pasar properti di Serpong berkembang cepat setelah dibukanya akses tol Pondok Indah-BSD. Ke depan, dengan akan dibukanya tol Kunciran-BSD-Bandara Soekarno Hatta dan diteruskan ke tol Balaraja yang tembus Merak, dia prediksi harga tanah dan properti yang dijual akan meningkat.

“Serpong akan semakin berkembang karena terpicu sentimen positif dari pembangunan infrastruktur, terutama jalan tol. Akses yang baik cukup penting untuk mendorong penyerapan ruang kantor,” katanya.

PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) akan membangun dua gedung perkantoran milik di kawasan pusat bisnis (CBD) kota mandiri tersebut. Satu diantaranya sudah dikerjakan sejak akhir tahun lalu dan ditargetkan beroperasi pada Juni 2012. Pembangunan tower pertama setinggi 20 lantai menelan investasi sekitar Rp 150 miliar.

Direktur Alam Sutera Realty, mengatakan dari total 30 ribu meter persegi ruang kantor yang tersedia, 25 ribu meter persegi dijual, dan sisanya atau empat lantai akan dipakai sendiri oleh perseroan sebagai kantor pusat. Sekitar 30% dari ruang yang dipasarkan, kini sudah terjual. Pembelinya selain perusahaan industri di sekitar Serpong juga sejumlah perusahaan nasional dan multinasional.

“Kemudahan akses memang menjadi keunggulan Serpong. Kawasan ini juga berdampingan langsung dengan wilayah Jakarta Barat, seperti Kebon Jeruk, Slipi, dan Tomang,” katanya, Rabu.

Alam Sutera Office Tower ditawarkan dengan harga mulai Rp 12 juta sampai Rp 22 juta per meter persegi. Harga ini terpaut tipis dengan harga jual ruang kantor di kawasan pusat bisnis Jakarta yang berkisar Rp 18 juta sampai Rp 24 juta per meter persegi.

PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) juga berencana membangun proyek gedung perkantoran milik di Summarecon Serpong. Perseroan memiliki sisa lahan 7 hektare yang akan dikembangkan menjadi proyek properti terpadu (superblok) mulai tahun depan.

“Superblok ini merupakan pengembangan tahap III dari proyek township Summarecon Serpong. Selain gedung perkantoran akan dibangun juga apartemen dan hotel,” ujar Johanes Mardjuki, Direktur Utama Summarecon Agung.

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) tengah memasarkan Green Office Park, kawasan gedung perkantoran dengan total areal seluas 25 hektare. Sejumlah perusahaan nasional dan multinasional mulai melirik areal kantor ini dengan membangun gedung perkantoran kelas premium (grade A). PT Unilever Indonesia Tbk misalnya, akan membangun kantor baru di BSD Green Office Park pada 2012 di atas lahan seluas 30 ribu meter persegi.

Harry Budi Hartanto, Presiden Direktur Bumi Serpong Damai, mengatakan dengan akses yang luas wilayah Serpong telah menjadi area pilihan tempat tinggal bagi pekerja ibu kota Jakarta. Area ini akan terus tumbuh sebagai kota mandiri seperti halnya Karawaci, Bintaro, atau Cikarang.

“Selain Unilever, ada beberapa perusahaan multinasional sedang dalam tahap negosiasi. Tapi karena belum deal, jadi tidak etis untuk disebutkan,” katanya.

Dia mengakui keunggulan Serpong karena secara infrastruktur cukup komplet. Koneksi dari kawasan itu ke Jakarta dan dengan daerah sekitar seperti Bogor maupun Serang cukup baik.

Tinggalkan Balasan